atiG suG
Liburan semester yang telah saya lalui selama 2 bulan terakhir memang sangat berarti lebih bagi saya. Sementara teman-teman jurusan memilih untuk mengambil SP kuliah pengantar analisis real (saya sendiri tidak lulus untuk mata kuliah ini), saya malah mengambil keputusan untuk liburan. Tetapi liburan kemarin sangat berkesan bagi saya. Saya bisa banyak belajar banyak dari orang tua saya, dari lingkungan-lingkungan yang positif. Kuliah kehidupan yang sangat nyata..

Akhirnya liburan tersebut berlalu sudah. Sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir yang memang haus akan liburan, saya mulai menghitung-hitung kalender. Kira-kira kapan ya ada liburan seperti itu lagi? Jadwal setahun terakhir kedepan pun akan dipadatkan oleh TA (Tugas Akhir) kuliah saya, dan mudah-mudahan bisa lulus secepatnya. Tapi kalau dosen pembimbing saya membolehkan saya untuk bjj (bimbingan jarak jauh), mungkin itu bisa menjadi angin segar bagi saya karena saya bisa liburan lagi pada liburan akhir semester ganjil kedepan.

Memang tidak ada sesuatu yang penting pada saat liburan saya, kecuali menghadiri upacara pelebon seorang sulinggih yang masih terhitung kakak kandung dari nenek saya dan juga pelebon sulinggih dari kakak sepupu Ratu Kakiang saya di Batuan. Sebagai seorang kulawarga Brahmana memang sudah wajar hidup dikelilingi oleh para Ida Pedanda, namun acara ini memberikan kesan unik bagi saya karena sangat jarang saya dapat melihat secara langsung upacara Pelebon seorang Ida Pedanda yang sangat berbeda dengan prosesi pelebon pada umumnya. Upacara pelebon itu pula membuat satu keluarga besar saya dapat berkumpul lagi, sangat jarang bagi saya karena acara kumpul-kumpul itu terakhir saya ikuti ketika 5 tahun yang lalu.

Selain event diatas, memang tidak ada sesuatu yang spesial. Hari-hari liburan kebanyakan saya habiskan dengan diam di rumah (memang karena minimnya kendaraan). Sesekali keluar rumah, ke bioskop, pantai, bersilaturahmi bersama teman se-asrama yang kebetulan juga liburan atau bersama keluarga. Yang paling mengherankan, saya tidak sempat bertemu dengan teman-teman saya di SMA dulu.Wow!

Tidak ada rasa penyesalan bagi saya. Saya memang memilih untuk menghabiskan waktu lebih banyak untuk keluarga, sekedar membayar hutang saya pada liburan semester 1 tahun yang lalu. Yeah, karena mengurusi yang namanya Pelatihan Tari Bali 2008, liburan 1 bulan saya habiskan hampir setiap hari untuk bolak-balik Denpasar-Singapadu. Karena itu liburan kemarin serasa membayar hutang saya kepada keluarga saya.haha..
Liburan kemarin juga bisa membantu saya me-reset otak saya ke posisi 'nol'. Kejenuhan selama di Bandung akibat kuliah dan organisasi Asrama, Githa Saraswati, dll bisa saya tinggalkan sejenak. Memang ada kesan meninggalkan tanggung jawab, tapi saya memang menginginkan hal tersebut. Ada rasa penat di kepala saya dan saya harus menetralkannya. Konon rasa stres yang berlebihan bisa memancing berbagai macam penyakit mempengaruhi masa tua dan umur seseorang, dan saya tidak menginginkan hal tersebut. Saya cuma ingin punya umur yang panjang.hehe..

Kesan yang tidak mengenakkan juga sempat saya alami ketika di Bali. Biasa lah ada sedikit perbedaan pendapat dengan orang tua dan adek. Tapi yang paling tidak mengenakkan adalah ketika saya harus mengakhiri liburan panjang saya dengan berangkat kembali ke bandung. Yah, perasaan yang mungkin sering dialami oleh para perantauan yang harus berpisah dengan orang tuanya. Mungkin sedikit terkesan kekanak-kanakan dan tidak cocok untuk seorang mahasiswa laki-laki. Tapi saya anggap itu sebagai suatu anugrah. Sangat jarang orang-orang bisa merasakan perasaan ini, mungkin saja karena mereka kurang dekat dengan orang tua dan keluarga mereka. Yah positifnya, saya memiliki suatu hal yang lebih bagi diri saya sendiri karena memiliki orang tua yang bisa menghabiskan seluruh waktunya dan dekat bagi anak-anaknya tetapi masih memiliki penghasilan yang cukup untuk keluarganya. Sangat jarang ada orang tua yang seperti itu. Memang dulunya saya juga sempat merasakan orang tua yang seperti pepatah ketika kita terbangun orang tua telah pergi bekerja, dan ketika kita tidur orang tua baru datang. Kondisi yang sekarang ini membuat saya selalu mensyukuri apa yang telah saya dapat. Senang rasanya bisa pergi kemana-mana bersama orang tua, punya hobi yang sama. Memancing, nonton film, jalan-jalan ke pantai, melakukan apa pun yang kita mau. Terkadang saya pernah ditertawakan oleh teman saya ketika saya ke bioskop dan konser musik bersama Ajik saya (yang pada umumnya orang-orang pada pergi ke bioskop bersama lawan jenisnya ataupun bersama teman-temannya). Tapi toh bagi saya itu biasa saja. Sangat jarang ada orang tua yang bisa seperti itu, dan saya sangat senang menjadi salah satu dari mereka.Ya khan?

Sungguh berat rasanya ketika akan mengakhiri liburan saya. Hari-hari kebebasan dan kemalasan saya akan kembali dimulai dengan sebuah rutinitas yang membuat kepala saya penat. Saya mulai berpikir kapan saya bisa liburan seperti ini lagi, wah sepertinya sangat jarang karena sebentar lagi saya akan lulus dan mulai bekerja. Teman-teman pasti tahu khan bagaimana umumnya orang bekerja, pagi sampai malam, yang ada hanyalah liburan cuti yang sangat terbatas jumlahnya. Saya mulai berpikir lagi dan mengkhayal sepertinya enak jika pekerjaan saya nantinya sangat bebas, misalnya kerja 3 bulan, libur 2 bulan. Atau pekerjaan yang bisa dilakukan di mana saja, bisa dilakukan di Bali, Bandung, dimana saja. Jadi saya bisa menentukan waktu liburan saya sendiri.

Saya mulai berpikir "sepertinya enak kalau punya kebebasan waktu". Hah? Kebebasan Waktu? Terkesan konyol dan pemalas yak..haha..Tapi, dengan kebebasan waktu saya bisa melakukan apapun yang saya mau. Liburan ke Bali kapanpun dan sampai kapanpun yang saya mau, melakukan apapun yang saya mau, bisa kemana saja, bisa bermalas-malasan, dan mungkin lebih banyak waktu bersama istri dan anak-anak saya nanti.

Mungkin terkesan sulit di masa sekarang ini untuk menerima sebuah ide yang konyol tadi, dimana orang-orang kebanyakan akan bekerja sepanjang hari mereka, datang pagi dan pulang malam, dan mungkin saya akan menjadi salah satu dari mereka itu saya tidak tahu. Tapi pada saat itu saya berpikir dan memutuskan untuk menjadi orang yang memiliki kebebasan waktu di masa depan. Seseorang yang bisa mengendalikan waktu untuk saya sendiri, karena saya tahu bahwa hidup kita hanya sekali jadi harus dinikmati benar-benar. Saya tidak ingin menjadi orang yang menangis menyesal karena tidak sempat menghabiskan waktu bersama orang-orang yang saya cintai, ketika mereka pergi meninggalkan saya. Mungkin ini bisa menjadi impian saya, dan saya sangat yakin bisa mewujudkannya. Impian tanpa keyakinan tidak akan menghasilkan kerja keras untuk mewujudkannya. Secepatnya akan saya tulis di dreambook saya. Yah, tidak ada salahnya bermimpi, toh tidak ada yang dirugikan oleh impian saya...



Hanya sebuah curhat-an seorang mahasiswa yang ingin liburan lagi...

Labels: 0 comments | edit post
atiG suG

Sepertinya saya sudah lama tidak pernah menulis sesuatu di blog ini selama beberapa bulan, kali ini saya akan mengawali tulisan saya dengan bercerita tentang sebuah album baru dari grup musik favorit saya MuteMath. Pertengahan agustus ini, grup band yang bergenre post-rock/electronic-rock ini meluncurkan album barunya yang bertitel Armistice. Secara umum, album ini terdiri dari 12 judul lagu dan 3 lagu bonus track plus 1 bonus track jika anda membelinya via iTunes.

Menurut pengamatan saya (walaupun saya bukan seorang pengamat musik hehe) di album yang baru ini, MuteMath lebih menonjolkan unsur electronic dan perkusi nya, dan lebih terlihat menonjol daripada album sebelumnya. Album ini menurut saya lebih terkesan hard to listen, but easy to feel. Penggabungan nada-nada yang 'cold' tetapi nge-beat membuat album ini terkesan unik. Kesan ini yang membuat saya sejak lama tertarik untuk mendengarkan band ini.

Berikut ini adalah track listing pada album tersebut :
1. The Nerve
2. Backfire
3. Clipping
4. Spotlight (OST. Twilight)
5. No Response
6. Pins and Needles
7. Goodbye
8. Odds
9. Electrify
10. Armistice
11. Lost Year
12. Burden
13. Clockwork (Bonus Track, salah satu single dari Spotlight EP)
14. Armistice (Bonus Track, 2nd Line Version)
15. Valium (Bonus Track)
16. Architecture (Bonus Track via iTunes)

Nah, bagi yang ingin mendengarkan silakan di download di sini..
Link 1 | Mirror

Special thanks to :
wikipedia
Mutemath's Official Pages
http://www.tinydl.com/
http://randomrelish.blogspot.com/


Labels: 2 comments | edit post
atiG suG
Wah...rasanya sudah lama sekali saya tidang nge-blog lagi. Maklum akhir-akhir ini saya lagi banyak kesibukan akademis dan non akademis. Rasanya kegiatan-kegiatan itu tidak henti-hentinya mengantri di hadapan saya.wew..

Baru-baru ini ada sedikit berita yang sedang naik daun dan ramai dibicarakan orang-orang, dan ini sangat erat hubungannya dengan dunia permusikan di negeri kita tercinta ini. Mungkin teman-teman ada yang tahu dengan kasus plagiat. Nah, baru-baru ini menurut berita yang beredar baik di media elektronik atau internet, salah satu grup band yang sedang naik daun dan sukses ternyata disinyalir ikut mem-plagiat hasil karya orang lain. Jumlah lagu yang diperkirakan merupakan hasil plagiat pun nggak tanggung-tanggung jumlahnya, yaitu 8 lagu dan semuanya dari 1 album baru mereka yang menjadikan band ini sukses. Ini hanyalah salah satu contoh bagaimana plagiat di negeri kita ini sangat marak. Sebenarnya sih masih banyak band-band yang karyanya juga diperkirakan merupakan hasil plagiat dari hasil karya luar negeri. Saya sempat menemukan sebuah sumber yang mencantumkan daftar judul lagu berikut beserta musisi/peenciptanya dan sumber plagiatnya di http://www.indowebster.web.id/f23/daftar-lagu-indo-yang-plagiat-plus-definisi-plagiarisme-20669/.

Ironis memang. Sementara kita mengembor-gemborkan kampanye anti "negara tetangga sebelah" yang kita hujat-hujat karena mereka merampas hasil karya kebudayaan kita. Di lain pihak, masih banyak musisi kita yang ternyata juga ikut-ikutan plagiat hasil karya orang lain. Ini sama saja sih dengan menelan ludah sendiri, kita marah-marah karena ada yang mengambil kebudayaan kita, tapi kita malah ikut menjiplak hasil karya orang lain.

Tetapi dibalik fakta itu saya sempat berpikir. Apakah mungkin ini melambangkan menurunnya kreatifitas anak bangsa? Ataukah ini sebagai dampak karena makin banyaknya jumlah musisi di dunia ini. Hal ini bisa dianalogikan sebagai berikut. Karena jumlah musisi yang semakin banyak, sementara nada-nada yang telah diketahui juga terbatas maka ruang gerak kreatifitas mereka semakin sempit. Jadi ketika mereka membuat sebuah karya musik, secara tidak sengaja mereka menggunakan untaian nada yang sama seperti karya orang lain, yang mereka tidak ketahui sebelumnya. Dan jadilah musisi yang baru menciptakan karyanya tersebut dikatakan plagiat dari musisi sebelumnya.Mungkin saja ya.. Ini cuma opini..

Saya juga sempat membaca sebuah artikel di harian kompas yang terbit pada hari senin 4 Mei 2009. Ada sebuah pernyataan yang menarik minat saya."...Musik dunia mulai kehabisan inspirasi. Sementara musik tradisional justru menjadi musik abadi yang diakui mampu menggugah inspirasi baru khususnya para pemusik asal barat." dari sebuah artikel yang berjudul "TAK ADA KATA MATI UNTUK MUSIK TRADISIONAL". Wow! Ternyata musik tradisional masih diakui oleh musisi-musisi luar negeri. Pada artikel tersebut juga diulas musik tradisional Bali sebagai salah satu panutannya. Saya sebagai orang Indonesia, khususnya orang Bali sangat bangga akan hal ini.

Saya sempat berpikir, apakah hal ini juga bisa dihubungkan dengan semakin banyaknya kasus plagiat karena makin banyak musisi yang kehabisan inspirasi? atau karena terlalu terbatasnya ruang gerak kreatifitas mereka? Tetapi yang menarik disini ternyata musik tradisional yang terkadang di-cap nggak gaul, ndeso, kampungan atau apalah, oleh segelintir orang. Ternyata masih bisa bersaing dengan musik modern. Bahkan dari artikel ini disebutkan juga bahwa musik tradisional mampu mengalahkan musik modern dari segi kreatifitas. Jadi teman-teman janganlah sungkan untuk mempelajari musik tradisional, jangan cuma mengenal musik modern saja. Daripada musik tradisional kita diklaim sama orang lain, dan kita hanya bisa sewot.Hehehe..

Ok mungkin ini saja opini saya. Saya hanya seorang penikmat musik, bukan pemusik yang perhatian dengan musik dalam negeri yang menurut saya makin lama makin nggak ngeh..

Labels: , 2 comments | edit post
atiG suG
Halo teman-teman..Kali ini saya ingin berbagi info kepada teman-teman terutama yang hobi downloading. Suatu ketika saya browsing di Forum IDWS, tiba-tiba saya mendapatkan sebuah info menarik tentang download Torrent via Imageshack, sebuah situs hosting gratis untuk gambar-gambar. Torrent atau Bittorrent ialah sebuah layanan file sharing peer to peer seperti halnya eDonkey, eMule, dan masih banyak lagi. Metode sharing ini memungkinkan kita memperoleh file berukuran Gigabyte dengan download speed sangat cepat. Tetapi sayangnya untuk di indonesia, mengingat keterbatasan speed internet di indonesia yang tidak merata, seperti contohnya di asrama saya sendiri, download via torrent bisa memakan waktu berhari-hari untuk ukuran file yang relatif besar.
Mungkin teman-teman mengalami masalah serupa dengan saya, untuk itu saya mencoba berbagi informasi kepada teman-teman. Imageshack menyediakan layanan download torrent gratis kepada para penggunanya, yang memungkinkan imageshack akan mendownloadkan file (dari torrent) yang kita inginkan. Dengan kata lain imageshack akan mendownloadkan file tersebut, dan kita bisa mendownload secara direct link dari Imageshack, tanpa menggunakan program torrent seperti yang kita biasa gunakan. Cukup simpel bukan!
Mengenai quota dari Imageshack sendiri, tiap user diberikan space 5 gb dan bandwidth sebesar 10gb. Untuk space sendiri bisa dikosongkan kembali dengan cara menghapus file dari torrent yang telah selesai di download (dan tentu saja yang telah selesai didownload ke komputer anda). Nah, Bagaimana jika bandwidth sudah habis digunakan? Tenang saja karena Imageshack secara otomatis akan meresetnya tiap bulan.Tetapi kalau teman-teman nggak sabar, cukup tinggal bikin account baru..hehe..Tapi saya rasa 10gb itu sudah lebih dari cukup, mengingat keterbatasan speed yang saya peroleh ketika melakukan dirrect link downloading.
Untuk kecepatan download, kira-kira kita bisa memperoleh sekitar 60kbps. Namun kecepatan ini bisa meningkat seiring dengan banyaknya seed dan leecher dari torrent yang kita inginkan. Jujur saja saya sempat memperoleh kecepatan download sebesar 200-300kbps untuk satu torrent.wow! Coba bandingkan dengan ketika kita mencoba mendownload dari rumah..
Nah bagaimana cara menggunakannya? silakan klik link http://teknoneta.blogspot.com/2009/01/cara-mudah-dan-cepat-download-torrent.html
Ketika memulai download, kadang-kadang kita menemukan masalah Free Account download pool limit. Cara mengatasinya, kita perlu melakukan seperti yang tertera di http://teknoneta.blogspot.com/2009/02/cara-mengatasi-shared-download-pool.html

Ok mungkin sekian info dari saya. Semoga berguna bagi teman-teman semua dan Happy Downloading! ^^

Special thanks to : Imageshack.us serta owner dari situs http://teknoneta.blogspot.com atas infonya

atiG suG
Ada sebuah situs bagus ketika saya surfing-surfing di internet. Nama situsnya HDDGURU.com yaitu situs yang mengupas habis tentang seluk beluk Hard disk drive, baik itu untuk laptop (2,5") atau Desktop PC (3,5").
Pada situs tersebut banyak terdapat artikel yang berkaitan, forum, serta software-software Hard disk yang sebagian besar gratis untuk digunakan misalnya software benchmark hard disk, software bad sector correction dan masih banyak lagi. Saya sempat menemukan sebuah software unik, dimana software tersebut mampu mengembalikan selisih kapasitas antara yang tertera pada label hardisk dengan yang terbaca di komputer. Misalnya suatu hardisk tercantum ukuran '80Gb' namun yang terbaca di komputer (realitanya) hanyalah 72gb. Jadi program ini dapat mengembalikan selisih 8gb yang hilang.

Ok mungkin itu saja info dari saya. Semoga situs ini berguna bagi temen-temen.




atiG suG
Sepertinya saya sudah agak lama nggak nulis disini. Pada tulisan saya kali ini, saya nggak ingin menjelaskan atau berpendapat tentang sesuatu, tapi hanya sekedar cuap-cuap tentang ide tugas akhir saya.
Saya sebentar lagi akan memasuki tingkat 3, dan bentar lagi saya bakal lulus dari ITB tercinta ini. Dan tentu saja, sebelum melangkah ke tingkat 4, saya harus mengambil kuliah TA dan sebelum itu tentu saja saya harus punya ide tentang TA saya. Nah, baru-baru ini saya punya ide TA tentang Kriptografi (berhubung saya SubJur Matematika Kombinatorik a.k.a komputer2an).
Ide saya sih ingin mengangkat cerita tentang enkripsi data pada login email. Jadi begini, kalau kita login pada sebuah layanan penyedia email pasti di address bar ada semacam kode-kode gitu.Sepertinya sederhana, hanya saja saya belum tau ceritanya. Yah, mungkin ide ini bisa dikembangkan lagi. Terutama karena saya belum membaca beberapa literatur yang terkait.
Mungkin kalau teman-teman punya ide dan komen, atau rujukan literatur yang menarik seputar topik ini, bisa di comment saja pada blog ini.Trims sebelumnya...

(otak lagi puyeng)




Labels: 0 comments | edit post
atiG suG
Sebelumnya saya sempat berbicara tentang kampanye Silent Day yang jatuh pada tanggal 21 Maret 2009 lalu. Gerakan untuk mengurangi emisi gas CO2 hingga 20.000 ton (pada hari itu) yang dilakukan hanya 4 jam saja. Memang kegiatan ini diperuntukan untuk meningkatkan rasa peduli kita kepada global warming yang semakin mengancam planet bumi yang kita cintai. Bagi mereka yang ingin memperingati silent day juga dapat melakukannya dalam hari raya nyepi kemarin, bersama dengan teman-teman dari Bali dan tentu saja, semuanya dilandaskan atas dasar kepedulian kita terhadap bumi.

Nah, selain gerakan silent day ternyata ada juga gerakan yang namanya Earth Hour. Dari info yang saya peroleh dari situs resminya kampanye ini memang dipelopori oleh WWF (sedangkan untuk World Silent Day sepertinya dipelopori oleh aktivis lingkungan yang independen. Untuk info ini saya belum tahu secara pasti). Bedanya disini gerakan ini menganjurkan kita untuk mematikan lampu selama satu jam saja (sesuai dengan mottonya 'Switching off your lights is a vote for Earth, or leaving them on is a vote for global warming'. Terkesan sedikit berbeda dengan Silent Day, tetapi sama-sama memiliki tujuan yang mulia terhadap pemanasan global. Mematikan lampu selama 1 jam saja kita telah menunjukan kepedulian kita terhadap pemanasan global.

Event ini akan diadakan pada tanggal 28 Maret 2009, pukul 8.30PM - 9.30PM waktu setempat. Kira-kira sudah terbayang nggak apa yang akan teman-teman lakukan?



Vote Earth Hour 2009

Labels: 1 comments | edit post
atiG suG
Baru-baru ini saya tersadar bahwa ada gerakan internasional yaitu "Silent Day". Menurut situsnya, Silent Day ini diilhami oleh perayaan Hari Raya Nyepi yang selalu dirayakan oleh umat Hindu di Indonesia khususnya di Bali dalam menyongsong pergantian tahun baru Caka.

Nah kenapa Hari Raya Nyepi dapat mengilhami adanya Silent Day?
Pada Hari Raya Nyepi (disingkat Nyepi) kami memiliki perayaan yang cukup unik, yah semacam local genius lah. Jadi kalau Nyepi, kami biasanya melaksanakan Catur Brata Penyepian. Menurut sumber yang saya peroleh, Catur Brata Penyepian dibagi menjadi 4 yaitu (mohon dikoreksi jika ada kesalahan) :
1. Amati Geni : nggak berapi-api, termasuk api di dalam tubuh/jiwa
2. Amati Lelungaan : nggak berpergian
3. Amati Lelanguan : nggak makan, alias puasa. Tidak bersenang-senang juga termasuk dalam bagian ini.
4. Amati Karya : Tidak melakukan suatu pekerjaan.

Tujuannya disini adalah pada hari raya nyepi kita isi dengan banyak-banyak mengintrospeksi diri, apa yang kurang dan harus di perbaiki, harus ditingkatkan pada tahun yang telah lewat untuk kemajuan di tahun berikutnya.
Nah, kalau beberapa hari sebelum nyepi kami Hindu melaksanakan ritual yang namanya upacara Melasti. Kalau orang-orang non Bali/Hindu secara akrab mengenal ritual ini sebagai "beriring-iringan ke pantai/laut". Tujuannya Kami ingin agar dunia menjadi suci kembali dan Dewa Baruna (di laut) berkenan untuk melakukannya.
Sehari sebelum nyepi, kami juga melaksanakan upacara Pangerupukan, yang selalu identik dengan pawai ogoh-ogoh. Nah pada hari itu Kami melakukan suatu kegiatan yang disebut dengan mecaru. Tujuan sederhananya disini adalah membersihkan dunia dari segala kekotoran. Ogoh-ogoh yang merupakan simbul dari raksasa diarak keliling kampung/kota kemudian pada akhir kegiatan ogoh-ogoh tersebut dibakar sebagai simbul hilangnya kekotoran yang menyelimuti dunia. Ogoh-ogoh yang merupakan tradisi budaya dapat menarik wisatawan dari lintas negara karena uniknya kegiatan ini.Sayangnya untuk nyepi tahun ini tradisi ogoh-ogoh ditiadakan karena bertepatan dengan kampanye pemilu (sebagai tindakan antisipasi semua ogoh-ogoh berbentuk caleg.haha)

Nah, Nyepi selalu identik dengan "sepi & sunyi". Bayangkan kalau di Bali sedang melaksanakan Nyepi itu benar-benar sepi, jalanan sepi, listrik mati, tidak ada kendaran yang lewat, tidak ada aktifitas sama sekali.wow...
Menurut info yang saya peroleh, kegiatan nyepi di Bali telah menyumbang banyak dalam pengurangan emisi gas CO2 yang berpengaruh pada pemanasan global dan efek rumah kaca. Angka pastinya saya tidak tahu, sekitar 21 ribu.wow...
Maka wajar saja, pada saat konferensi global tentang global warming di Bali beberapa waktu yang lalu, para petingggi dunia sepakat untuk mengadopsi kegiatan ini dan local geniusnya kedalam suatu kegiatan yang diberi nama Silent Day. Dengan pelaksanaannya yang hanya berdurasi 4 jam saja, kegiatan global ini diharapkan dapat membantu meringankan efek pemanasan global yang semakin menjadi-jadi.
Bayangkan jika seluruh dunia berhenti beraktifitas, walaupun hanya sesaat tapi serempak, maka bumi pun bisa bernapas lega dan memperbaiki segalanya....

Akhir kata, Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1931 dan Happy Silent Day...

Labels: 0 comments | edit post
atiG suG
Mungkin temen-temen udah nggak asing lagi yak dengan nama salah seorang oknum yang saya sebutkan namanya tadi. Yeah, Ponari, Ponari, Ponari beberapa minggu terakhir bocah ini memang sempat menggemparkan dunia pertelevisian Indonesia dengan Kisah Ajaibnya "Ponari dan Batu Petir". Walaupun dia bukan si "Gundala Putra Petir" tetapi Ponari dan Batu Ajaibnya (konon) dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Yeah, saya sempat melihat di TV, ratusan orang bahkan hampir ribuan orang datang berduyun-duyun ke rumahnya agar bisa diobati oleh si Ponari. Mereka rela antri berjam-jam dan bahkan sampai ada yang kehilangan nyawanya karena kehabisan napas saat mengantri. Bahkan menurut saya, antriannya bisa mengalahkan antrian warga saat mengambil dana BLT.haha..

Tapi pada akhirnya sih, Ponari mengaku "capek" dengan ketenaraan yang dimilikinya (bahkan salah satu dari perusahaan berniat untuk merekrut Ponari dan Batu Ajaibnya untuk menjadi salah satu bintang iklan dari produk mereka.wow..) Akhirnya keluarga Ponari pun kembali ke "jalan yang benar" yaitu menjadi warga negara Indonesia yang biasa-biasa saja, akibat merasa jenuh karena di"terror" oleh pasien-pasiennya.wew...

Nah, sebenarnya sih Saya tidak bermasalah dengan namanya Ponari atau siapa saja, entah dia punya batu bertuah, mobil bertuah, atau apa saja dan bukan karena "Kenapa nggak saya aja yang punya batu bertuah tsb?" dsb dsb. Cuma tadi ada selintas berita di televisi yang memuat berita tentang seorang "dukun cilik" baru (lagi) yang memiliki keahlian sama dengan Ponari. Bahkan sudah banyak warga yang datang untuk mencoba khasiat pengobatan dari si "ponari edisi ke-2" ini. Metode pengobatannya pun sedikit berbeda dengan ponari. Ia menggunakan instrumen bambu kuning kemudian dibalut sajadah, sedikit baca mantra (kayaknya) dan jadilah si obat super ampuh itu.woalaah...

Yang menarik disini, pada saya melihat wawancaranya si anak itu, terkesan sih dia nggak ngerti bgtu. Sepertinya, dari mimik wajahnya tercermin sebuah kalimat "sebenarnya saya ngapain sih?". Tiap pertanyaan dari si pewawancara itu, serasa ia tidak jawab dengan lancar (bahkan orang tuanya yang menjawab). Jadi seperti ada kesan dia tidak mengerti apa-apa.

Saya sempat terheran-heran. Tiba-tiba terlintas di benak saya "Kayaknya dia diperalat oleh Orang-tuanya deh". Soalnya menurut saya sih, anak seumurnya kurang memahami dengan yang namanya "metode pengobatan type dukun atau balian", kecuali jika orang tuanya yang memang paham (atau pura-pura paham) dan dengan memanfaatkan isu Ponari, maka terjebaklah dia dengan kegiatan pengobatan "Ponari" itu. Ironis memang, demi ketenaran dan uang semuanya bisa saja dilakukan, dengan menggunakan anaknya (yang notabene mirip Ponari) sebagai maskotnya.

Saya sih juga pernah merasakan "pengobatan alternatif" dan bagi orang bali sendiri itu adalah hal yang wajar, karena kami juga memahami bahwa terdapat alam lain selain alam kita sendiri. Namun saya tidak sepenuhnya percaya begitu saja. Dan dalam kasus "dukun cilik" ini sungguh tidak masuk akal bagi saya. Entah dari mana ilmunya itu nggak bisa saya pikirkan. Kalau menurut saya sih kesembuhan mereka itu karena kepercayaan mereka terhadap "peluang kesembuhannya" dan doa kepada Tuhan. Cuma, sedikit terkesan terhadap cara mereka yang diperalat dan dengan memanfaatkan sifat orang Indonesia yang sebagian besar percaya dengan hal-hal mistis plus kondisinya sedang terkena penyakit (sehingga mereka akan melakukan apapun demi kesembuhan mereka walaupun harus melewati sesuatu yang tidak masuk akal sekalipun), jadilah mereka memanfaatkan para pasien-pasien tersebut. Ditambah lagi para media massa yang mengangkat tema ini yang terkesan "baru" di Indonesia. Jadilah kisah "Ponari dan teman-temannya yang senasib"...

Labels: 0 comments | edit post
atiG suG

Selamat Hari Raya Galungan..Itulah kata-kata yang paling sering diucapkan teman-teman pada hari ini. Ya, Tepat pada hari ini, umat Hindu di seluruh Indonesia merayakan hari suci keagamaan Hindu, yaitu Hari Raya Galungan. Hari raya ini jatuh pada tiap 6 bulan sekali (kalau istilah Bali nya sih Hari Raya Pawukon, karena dihitungnya bedasarkan wuku). Tiap Sukra Kliwon Dungulan kita di Hindu menyebutnya Hari Raya Galungan.
Hari raya ini, memiliki filosofis yaitu merayakan kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (ketidakbaikan). Biasanya pada hari raya ini, umat Hindu di Bali akan pulang kampung dan mengunjungi pura-pura setempat, dan tidak lupa untuk bersilaturahmi kepada keluarga.


Sehari sebelum Galungan, kita sebut dengan Hari Penampahan Galungan, hari dimana umat Hindu mempersiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan persiapan perayaan hari raya Galungan. Umat Hindu Bali memiliki suatu tradisi budaya yaitu ngelawar dan nampah celeng (babi). Yang unik disini, yang memasak ialah para laki-laki sedangkan para wanita mempersiapkan banten (mejejahitan). Biasanya saya turut serta membantu keluarga dalam mempersiapkan segalanya. Selain itu kami biasanya menghias rumah kami dengan memasang penjor di depan rumah. Hal ini yang menyebabkan hari raya Galungan di Bali terkesan unik dan meriah.


Sehari setelah Galungan, kami menyebutnya sebagai Umanis Galungan, hari dimana para keluarga melakukan rekreasi. Biasanya sih ke pantai, ataupun ke tempat-tempat lain.
Untuk galungan saat ini, kebetulan saya sedang berada di Bandung. Karena hari raya Galungan tidak dijadikan sebagai hari libur nasional, ya otomatis saya harus kuliah, sementara keluarga kami di Bali sedang berlibur, bersilaturahmi, dan sembahyang ke pura. Tapi syukurlah, tidak ada yang memberatkan saya pada hari ini karena tidak ada ujian, walaupun ada sedikit tugas kuliah. Namun saya yakin semuanya diatas tidak akan memberatkan saya dan juga teman-teman Hindu perantauan di luar Bali untuk tetap merayakan dan memahami apa arti sebenarnya dari Hari Raya Galungan ini. Toh kami juga tetap bisa sembahyang di pura pada malam hari ini, walaupun terasa kurangnya suasana Galungan seperti di kampung halaman dan tidak adanya acara ngelawar bareng..

Akhir kata, saya mengucapkan SELAMAT HARI RAYA GALUNGAN kepada teman-teman yang merayakan..Semoga Sang Hyang Dharma dapat membimbing kita selalu melalui jalan yang benar, menuju Moksartham jagadhita ya ca iti dharma

Thanks for the Images from http://www.balibagus.com/ dan http://www.balibeverlyhills.com/.
Labels: 0 comments | edit post
atiG suG

Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Album terbaru dari Mutemath untuk tahun ini. Yah walaupun masih berbentuk EP dan hanya terdiri dari 4 lagu, tapi lumayan buat nambah koleksi lagu yang ada.
Album EP ini terdiri dari 4 lagu,

1. Spotlight (OST. Twilight)
2. Clockwork
3. Earlylight (sebuah lagu instrument yang mirip dengan spotlight)
4. Spotlight (Son Lux Remix)

Hm..setelah mendengarkan lagu ini, Mute Math tetap dalam gaya musiknya. Kalau saya bilang sih ada electronic-electronicnya. Disinilah uniknya Mute Math. Walaupun masih berlabel indie (katanya) tapi gaya musiknya patut diacungi jempol..

Hmm..yang pengen download silakan kebetulan dapet linknya :
http://rapidshare.com/files/196842978/Mute_Math_-_Spotlight__EP___2009_Zen-RTC.rar




btw. thx to http://r-t-c.blogspot.com and the others for the download links, and thanks to http://thealbumproject.net/ for the picture..

Labels: 0 comments | edit post
atiG suG

Bandung akhir-akhir ini hujan yak..benar-benar malas kemana-mana..Tiap sore sampai malam ada aja hujannya, dan hujannya itu lho "you know what"..Nggak lebat tapi bisa bikin basah kuyup..haha..

Well, karena hujan ini, beberapa aktifitas nggak jadi dilaksanakan..
1. Ke pura bwt sembahyang Tilem..Wew..Forgive me, ISHW...Sembahyang di Asrama aj..
2. Ke kampus buat ngupdate antivirusnya si Tita, n sekalian ke sekre buat ngambil plesdis yang ketinggalan. Sbenarnya bukan hujan aja sih yang jadi alasan, si Tita jg lagi sibuk..haha..Yah, smoga plesdisnya nggak hilang..
3. Ke rumah Hadi buat belajar bareng..Yeah! Besok quiz Analisis Real dan saya sama sekali belum belajar.Yah kanggoang belajar sendiri di rumah aja deh, and I hope tomorrow will be okay..

Haha..Sbenarnya nggak etis jg ya menyalahkan alam..Memang hujannya yang bikin malas keluar..hehe..

yah, mari manfaatkan waktu yang tersisa untuk belajar..


Labels: 0 comments | edit post
atiG suG

Wah...Setelah kuliah sekian lamanya, akhirnya saya liburan juga..Ke Bali tentunya, ke tempat tanah kelahiran saya..Karena saya nggak ada motor lagi (motor lama udah dikirim ke bandung), jadinya saya jarang kemana-mana selama di bali. Hanya tidur di rumah. Jalan-jalan pun hanya bareng gonceng temen, atau melayat ke rumah Bli Kojek, dan ke sma4 doank.

Kalau soal cerita, di pending dulu deh, soalnya lagi di warnet dan billing udah menunjukan nyaris 1,5 jam (biar kgk mahal..haha...)

Nanti deh saya cerita lagi..



Labels: 0 comments | edit post